Wisata Budaya Desa Penglipuran Bali Menyatu dengan Tradisi dan Alam Bali

Wisata Budaya Desa Penglipuran Bali Menyatu dengan Tradisi dan Alam Bali

Wisata Budaya Desa Penglipuran Bali Menyatu dengan Tradisi dan Alam Bali – Desa Penglipuran adalah salah satu desa wisata budaya yang terkenal di Bali. Terletak di Kabupaten Bangli, desa ini memiliki daya tarik unik dengan tata letak yang rapi, rumah tradisional khas Bali, serta budaya yang masih terjaga dengan baik. Desa Penglipuran juga masuk dalam daftar desa terbersih di dunia, menjadikannya destinasi wisata yang wajib dikunjungi.

Keunikan Arsitektur Tradisional

Salah satu daya tarik utama Desa Penglipuran adalah arsitektur rumah penduduk yang seragam. Rumah-rumah di sini memiliki gerbang khas yang disebut angkul-angkul, dengan material yang masih menggunakan bahan alami seperti bambu dan batu bata. Tata letak desa juga sangat teratur, mencerminkan filosofi Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.

Kearifan Lokal dan Budaya yang Dilestarikan

Masyarakat Desa Penglipuran masih menjaga adat dan budaya leluhur dengan baik. Upacara keagamaan Hindu sering dilakukan di desa ini, termasuk Galungan, Kuningan, dan Nyepi. Selain itu, ada tradisi unik seperti larangan poligami yang telah diwariskan turun-temurun. Desa ini juga memiliki hutan bambu seluas 75 hektar, yang dianggap sebagai kawasan suci dan dijaga kelestariannya.

baca juga : Wisata Budaya Tana Toraja Menyusuri Tradisi dan Keindahan Alam Sulawesi Selatan

Aktivitas Wisata di Desa Penglipuran

Berwisata ke Desa Penglipuran tidak hanya sekadar menikmati keindahan arsitektur, tetapi juga bisa melakukan berbagai aktivitas menarik, seperti:

  • Jalan-jalan Menyusuri Desa – Wisatawan dapat menikmati suasana desa yang bersih, rapi, dan asri sambil berfoto di berbagai sudut yang Instagramable.
  • Mengunjungi Hutan Bambu – Hutan ini menjadi tempat favorit bagi pecinta alam dan fotografi. Udara yang sejuk dan suasana damai menjadikannya lokasi yang ideal untuk bersantai.
  • Mencicipi Kuliner Tradisional – Pengunjung bisa mencoba makanan khas Bali seperti tipat cantok (ketupat dengan bumbu kacang) dan loloh cemcem (minuman herbal khas desa).
  • Mengenal Tradisi dan Budaya Lokal – Wisatawan dapat belajar langsung tentang adat istiadat serta mengikuti kegiatan seni dan budaya yang sering digelar di desa.

Rute dan Harga Tiket Masuk

Desa Penglipuran berjarak sekitar 1,5 jam dari Kota Denpasar atau 45 menit dari Ubud. Akses menuju desa ini cukup mudah dengan kendaraan pribadi atau sewa. Harga tiket masuk pun terjangkau, yaitu sekitar:

  • Rp 25.000 untuk wisatawan domestik
  • Rp 50.000 untuk wisatawan mancanegara
  • Harga tersebut sudah termasuk akses ke seluruh area desa, termasuk rumah tradisional dan hutan bambu.

Kesimpulan

Desa Penglipuran adalah destinasi wisata budaya yang menawarkan keindahan, ketenangan, serta pelestarian budaya yang masih terjaga dengan baik. Dengan suasana yang bersih, arsitektur khas, serta keramahan penduduknya, desa ini menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin merasakan nuansa Bali yang autentik. Jika berkunjung ke Bali, pastikan Desa Penglipuran masuk dalam daftar perjalanan Anda!